Kemajauan teknologi informasi yang terus berkembang pesat saat ini telah menggugah sekaligus menggugat kemapanan kami untuk berani beralih dari cara-cara pewartaan yang statis-tradisional kepada cara-cara pewartaan baru yang menggunakan media social. Hadirnya rumah virtual Voca (Vox Caritatis, kata Bahasa Latin ini hasil dari bincang santai bersama RD. Yosef Nisen Parera dan RD. Dominikus Balo) yang sederhana ini adalah salah satu cara kami untuk mulai eksis di jaringan social. Melalui rumah virtual Voca ini, kami ingin membuka diri bagi semua orang yang aktif dalam jaringan social untuk mengenal dan mengetahui secara lebih mendalam apa sepak terjang dan karya-karya Voca dan apa pula mimpi-mimpi Voca ke depan.

Kami sungguh menyadari bahwa untuk hadirnya rumah virtual Voca ini, ada sekian banyak tangan terulur yang telah rela membantu kami. Karena itu pantaslah kami menyampaikan berlimpah terima kasih kepada Yang Mulia bapak Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, yang dalam diamnya beliau selalu mengikuti perkembangan Voca dari waktu ke waktu. Berlimpah terima kasih kami sampaikan kepada Romo Vikep Ende, RD. Adolfus Keo yang dengan kehadiran, ide-ide bernasnya, peluang-peluang yang ia berikan telah membuat Voca dan para krunya berkembang dalam kesedehanaan dan keterbatasan. Terima kasih yang sama patut kami sampaikan kepada RD. Yetra Kotten, RD. Usno Wodo dan seluruh Kru Komsos Agung Ende yang telah sama-sama pontang – panting sehinggah rumah vitural Voca yang sederhana ini bisa hadir. Terima kasih khusus kami sampaikan buat saudara kami Mans Mari, yang dengan keahlian IT yang ia miliki telah membantu dan member inspirasi kepada kami untuk berani keluar dari zona aman dan terjun ke dunia virtual sebagai media pewartaan jaman kini. Terima kasih untuk semua pihak yang tentunya tidak bisa kami sebutkan satu persatu, yang telah menyumbangkan ide, kreatifitas, pikiran sehingga rumah virtual voca ini bisa hadir.

Di pengujung sapaan ini saya mengajak kita semua yang aktif di jaringan social dan yang eksis di dunia maya untuk mengunjungi rumah virtual kami Vocaende.id. Sesuai dengan nama rumah Virtual ini Voca (Vox Caritatis -suara kasih), kami akan selalu hadir membawa kasih kepada siapa pun yang berniat baik. Rumah virtual Vocaende.id ini tentu masih jauh dari sempurna, bahkan masih ada sekian banyak keterbatasan, karena itu sangat membutuhkan kritikan, sumbang-saran yang konstruktif untuk kemajuan rumah virtual yang sederhana ini. Selamat datang dan selama menikmati

Reginald Piperno

Direktur Voca

MAKNA SIMBOLIK PONDOK

PONDOK:

PONDOK TERKAIT ERAT DENGAN PETANI SEDERHANA DI KAMPUNG YANG TINGGAL DI PONDOK. DI SEKITARNYA ADA KEBUN.

PONDOK MENYATU DENGAN TANAMAN YANG MENJADI SUMBER KEHIDUPAN HARIAN PETANI. JUGA DENGAN TERNAK PIARAAN (SEPERTI AYAM, ANJING, BABI) DI SEKITAR PONDOK.

PONDOK, LUMBUNG MAKANAN BAGI PETANI SEDERHANA.

PONDOK, SEGALANYA UNTUK PETANI.

 

MAKNA SIMBOLIK
HITAM PUTIH

HITAM, SIMBOL KEMATIAN. SUPAYA HIDUP, HARUS MATI DULU. SEPERTI BIJI GANDUM: MATI DULU, LALU HIDUP LAHIR.

HITAM, SIMBOL KEGELAPAN. DALAM GELAP, ORANG TIDAK TAHU ARAH HIDUP YANG JELAS. DALAM GELAP, ORANG TIDAK BISA KENAL ORANG LAIN SECARA TEPAT. DALAM GELAP PULA, ORANG TIDAK BISA LIHAT DIRI SECARA BENAR. TAPI KEGELAPAN JUGA BISA MENGHADIRKAN KEHENINGAN. KEHENINGAN YANG TAJAM DAN MENDALAM. KEHENINGAN INI YANG MEMBANTU UNTUK MEMBANGUN KEMENDALAMAN HIDUP (SPIRITUALITAS)

VOCA TEAM